Kapasitor: Jenis, Fungsi, dan Gejala Kerusakan
Kapasitor adalah salah satu komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menyimpan energi dalam bentuk muatan listrik. Komponen ini sering ditemukan pada berbagai perangkat elektronik, mulai dari power supply, amplifier, televisi, hingga perangkat digital modern. Untuk teknisi maupun pemula, memahami kapasitor sangat penting karena komponen ini sering menjadi penyebab kerusakan rangkaian.
Apa Itu Kapasitor?
Kapasitor adalah komponen yang terdiri dari dua pelat konduktor yang dipisahkan oleh bahan dielektrik. Kapasitor mampu menyimpan dan melepaskan muatan listrik sesuai kebutuhan rangkaian. Besarnya kapasitas diukur dalam satuan Farad (F), namun dalam praktiknya lebih sering digunakan μF, nF, atau pF.
Jenis-Jenis Kapasitor
1. Kapasitor Elektrolit (Elco)
- Memiliki polaritas (+ dan -).
- Umumnya berkapasitas besar, misalnya 1μF hingga ribuan μF.
- Banyak digunakan pada power supply dan filter.
2. Kapasitor Keramik
- Berukuran kecil dan tidak memiliki polaritas.
- Stabil dan cocok untuk rangkaian frekuensi tinggi.
- Kapasitas biasanya dari beberapa pF hingga beberapa nF.
3. Kapasitor Film
- Menggunakan bahan dielektrik berbasis plastik atau film.
- Tahan panas dan memiliki stabilitas yang baik.
- Banyak digunakan pada rangkaian AC dan motor listrik.
4. Kapasitor Mica
- Sangat stabil dan presisi tinggi.
- Cocok untuk rangkaian RF dan peralatan komunikasi.
5. Kapasitor Tantalum
- Berukuran kecil dengan kapasitas besar.
- Sangat stabil namun sensitif terhadap polaritas.
- Sering digunakan pada perangkat portable dan motherboard.
Fungsi Kapasitor dalam Rangkaian Elektronik
- Filter tegangan: Meratakan ripple pada power supply.
- Kopling (Coupling): Memisahkan sinyal DC dan melewatkan sinyal AC.
- Decoupling: Mengurangi noise dan interferensi pada IC.
- Timing: Digunakan dengan resistor untuk membentuk rangkaian timer (RC).
- Start motor: Membantu motor AC dalam proses starting.
Gejala Kapasitor Rusak
1. Kapasitor Menggembung atau Melembung
Salah satu gejala paling umum, terutama pada kapasitor elektrolit. Bagian atas tampak cembung atau bahkan pecah.
2. Perangkat Tidak Menyala
Kerusakan kapasitor pada power supply dapat membuat perangkat gagal menyala.
3. Muncul Suara Dengung
Pada amplifier, kapasitor rusak menyebabkan hum atau dengungan pada speaker.
4. Tegangan Tidak Stabil
Kapasitor yang bocor atau menurun nilainya menyebabkan tegangan output berfluktuasi.
5. Panas Berlebih
Kapasitor yang sudah tidak bekerja optimal dapat menyebabkan komponen sekitar menjadi panas.
Cara Mengecek Kapasitor
- Menggunakan multimeter dengan mode kapasitansi.
- Menggunakan ESR meter untuk mengetahui Equivalent Series Resistance.
- Pemeriksaan visual untuk melihat pembengkakan atau kebocoran.
Butuh Kapasitor Asli dan Berkualitas?
Jabbar Electronics menyediakan berbagai jenis kapasitor seperti elco, keramik, film, hingga tantalum untuk kebutuhan servis, hobi, maupun produksi elektronika. Dijamin original dan harga bersahabat.
Hubungi Jabbar Electronics:
